Rabu, 24 Juli 2013

Stoker - Metamorfosis Seorang Psikopat

Kita melakukan sesuatu yang buruk untuk mencegah diri kita melakukan sesuatu yang lebih buruk lagi.
--Richard Stoker

Pertama kali saya melihat poster film Stoker di IMP Awards, saya langsung tertarik dan penasaran. Posternya didominasi warna putih dan di sekelilingnya terdapat rangkaian gambar dengan garis hitam. Kontras.

Kata-kata Oldboy tidak menggugah saya, karena saya belum pernah menonton film tersebut dan saya tidak punya ekspektasi apapun akan sutradaranya.

Justru keberadaan aktris Nicole Kidman dan Mia Wasikowska yang membuat saya tertarik. Nicole Kidman sudah tidak perlu dipertanyakan lagi kualitas aktingnya, sedangkan Mia sebelumnya tampil cukup bagus di film Alice in Wonderland dan Lawless.

Sinopsis

Di ulang tahunnya yang ke-18, India Stoker mendapat hadiah berupa sebuah kunci, dan kematian ayahnya. Walaupun India  sangat dekat dengan ayahnya (mereka sering pergi berburu bersama), gadis ini tidak menunjukkan emosi apapun saat menghadiri pemakaman sang ayah, berbeda dengan sang ibu, Evelyn Stoker, yang terus menangis terisak-isak. Di hari itu pula, India baru mengetahui bahwa ia memiliki seorang paman. Sang paman, Charlie Stoker, adalah adik dari ayahnya, dan ia ingin tinggal di rumah keluarga Stoker untuk beberapa waktu. Evelyn menyambut Charlie dengan tangan terbuka, apalagi Charlie memang rupawan dan menawan, meskipun terkesan agak misterius. India mengamati tanpa berkomentar apa-apa; ia mengamati Mrs. McGarrick, pengurus rumah tangga Stoker, nampak sangat ketakutan saat melihat Charlie ...

Seiring berjalannya waktu, Charlie dan Evelyn semakin akrab, jauh lebih akrab daripada seharusnya ... India juga mulai merasakan ketertarikan pada sosok Charlie. Namun, ia tetap menjaga jarak dengan pamannya itu dan terus mengamati dari jauh. Ketika India akhirnya mengetahui sebuah rahasia besar tentang keluarga Stoker, rahasia tentang ayahnya dan adik-adiknya, India dihadapkan pada pilihan untuk melaporkan pamannya ke polisi, atau menerima kenyataan bahwa sebenarnya ia dan sang paman memiliki kelainan jiwa yang sama.

Tokoh-tokoh


India Stoker (Mia Wasikowska)
Gadis yang pendiam dan tidak memiliki teman, sering dikerjai oleh anak-anak lelaki di sekolahnya. India memiliki pengamatan dan kesabaran yang sangat bagus, dua hal yang sangat diperlukan oleh seorang pemburu. Ketika untuk pertama kalinya ia menyaksikan seseorang meregang nyawa, sesuatu di dalamnya dirinya terbangun.


Evelyn Stoker (Nicole Kidman)
Seorang ibu yang kondisi mentalnya kurang stabil. Ia merasa terabaikan karena suaminya dan anaknya selalu menghabiskan waktu berdua tanpa melibatkan dirinya. Evelyn juga sepertinya merasa takut dan enggan terhadap putrinya sendiri, sampai-sampai dia bertanya, "Siapa sebenarnya kamu?"

Richard Stoker (Dermot Mulroney)
Seorang ayah yang dalam hatinya telah mengetahui bahwa India memiliki kelainan jiwa, sehingga ia sering mengajak putrinya itu pergi berburu untuk mencegah India melakukan sesuatu yang lebih buruk lagi. Richard berusaha mencegah agar Charlie dan India tidak bertemu, tetapi ia malah kehilangan nyawanya.


Charlie Stoker (Matthew Goode)
Adik pertama Richard. Karena suatu insiden, ia dikirim untuk tinggal di rumah sakit jiwa. Ia merasakan ketertarikan terhadap India dan rajin mengirim surat untuknya, tetapi semua surat itu disembunyikan oleh Richard.

Jonathan Stoker
Adik kedua Richard. Meninggal saat ia masih kecil.

Gwendolyn (Jacki Weaver)
Tantenya Richard dan Charlie. Ia berusaha memperingatkan Evelyn akan Charlie, tetapi Evelyn mengabaikannya.

Resensi

4/5 bintang!
Saya menikmati film ini dari awal sampai akhir. Setiap adegan begitu cantik dan kelam, dan sarat makna. Akting ketiga tokoh utama sangat bagus, dan dinamika di antara ketiganya juga bagus. Bagaimana Charlie tidak pernah melepaskan pandangannya dari India, bahkan ketika ia sedang bermesraan dengan Evelyn, bagaimana India selalu sendirian tetapi menyembunyikan rasa kesepiannya. 

Alur ceritanya sebenarnya sudah dapat ditebak dari awal, tetapi penyampaiannya yang apik membuat saya sama sekali tidak bosan menonton. Cerita diakhiri dengan elegan, menurut saya. Cuma satu hal yang masih menjadi pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi dengan Evelyn? Ia nampak tertidur dengan damai di kasurnya, tetapi apakah ia memang sedang tertidur, atau ...?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar