Senin, 29 Agustus 2016

Alice Through The Looking Glass

Halo!!!
Semoga kabar baik ya kawan-kawan.
Kali ini saya hendak membahas film yang tempo hari  saya tonton bersama seorang sahabat. Sudah lama sekali kan saya tidak membahas film... hehe.

Jadi, ceritanya, berhubung kemarin hari libur kemerdekaan RI, tadinya saya ingin bermalas-malasan saja di rumah, tapi tiba-tiba seorang sahabat saya (sebut saja dia Noirchat) mengirim pesan dan memberitahukan bahwa film Alice Through The Looking Glass sudah tayang di bioskop. Lebih lanjut, dia mengajak saya nonton bersama.

movies.disney.co.uk

Sesampainya di bioskop 21 (di BIP, alias Empire) jam 12 kurang 15 menit, saya lihat pintu belum dibuka, tapi banyak sekali anak-anak SMA berkerumun di situ. Berhubung saya orangnya malas berada di keramaian, saya pun melipir dulu ke toko buku Books & Beyond. Saya baru kembali ke bioskop setelah jam 12 lebih sedikit, dan astaga...! Antrian beli tiket sudah mengular panjang sekali.

Lalalalala.... saya pun ikut antri, sambil ketar ketir apakah kami akan keburu menonton jadwal film yang jam 12:30. Noirchat terjebak macet, jadi dia baru datang ketika saya sedang mengantri. Dari pelantang suara sudah terdengar pengumuman bahwa pintu studio 6 (studio ditayangkannya Alice) sudah dibuka, dan penonton yang sudah memiliki tiket dihimbau untuk masuk. Saya dan Noirchat cuma bisa ketawa ketiwi sambil pasrah, kalau dapat ya syukur, kalau tidak juga tak apa deh.

Untungnya, kami masih kebagian tiket dan tidak terlalu banyak ketinggalan film yang sudah mulai diputar ketika kami memasuki studio. Yah, ayo kita nonton... kami memulainya dari adegan Alice dan kapalnya terjebak di tengah badai dahsyat dan dikejar-kejar oleh beberapa kapal perompak.

bustle.com

Kapten Wanita, Mengapa Tidak?

Perlu diingat bahwa kisah ini terjadi di Inggris zaman dulu, ketika kaum wanita masih dianggap jauh lebih inferior daripada kaum pria, dan hampir tidak ada wanita yang menjadi kapten sebuah kapal. Alice, yang menjadi kapten Kapal Wonder, kapal kesayangan almarhum ayahnya, diremehkan dan dicemooh oleh banyak orang. Setelah selama 1-2 tahun (saya lupa) berpetualang ke Cina, Alice akhirnya pulang dan harus menghadapi kenyataan bahwa rumah keluarga Liddell sudah disita, dan untuk mendapatkannya kembali dia harus menyerahkan Kapal Wonder. Tentu saja Alice tidak rela.

Alice dan ibunya
Di tengah kegalauannya, Alice melihat seekor kupu-kupu biru nan cantik terbang di sekitarnya. Ketika diamati, Alice yakin bahwa itu adalah Absalom (ingat ulat gendut yang suka mengisap hookah itu?). Alice mengikuti Absolem yang terbang menuju ruang kerja ayah Alice.... dan kemudian terbang menembus cermin besar di atas perapian.

comingsoon.net

Menembus Cermin 

Alice merangkak masuk ke dalam cermin, dan dia pun kembali ke Wonderland. Kalau kau menebak bahwa ada masalah yang harus Alice bereskan di Wonderland, tebakanmu sangat tepat! (Kalau tidak ada masalah nanti filmnya tidak seru dong)

Masalah kali ini berkaitan dengan Mad Hatter dan keluarganya.

Kalau teman-teman sudah menonton Alice's Adventures in Wonderland, mungkin masih ingat bahwa keluarga Mad Hatter (ayah, ibu, dan saudara-saudaranya) dikisahkan tewas dalam serangan Jabberwocky. Namun dalam Through The Looking Glass, Mad Hatter menemukan sesuatu yang membuatnya yakin bahwa sesungguhnya keluarganya masih hidup. Entah mereka ada di mana.

Tidak ada yang percaya Mad Hatter, dan dia pun menjadi lesu serta kehilangan semangat hidup. Seiring hari-hari berlalu, Mad Hatter menjadi semakin pucat dan sakit. Semua orang berharap Alice dapat menolong Mad Hatter, dengan cara kembali ke masa lalu.

disney.wikia.com

Kenapa harus Alice?
Karena, menurut mereka, hanya Alice yang tidak memiliki masa lalu di Wonderland, jadi dia tidak mungkin bertemu dirinya sendiri di masa lalu. Jika seseorang pergi ke masa lalu dan bertemu dirinya sendiri, itu artinya bencana... Bencana! Kalian akan lihat sendiri nanti seperti apa.

Memutar Balik Waktu

Untuk kembali ke masa lalu, Alice harus mendatangi Waktu dan meminjam suatu alat darinya.

thesaint-online.com

Uniknya, Waktu di sini dipersonifikasikan menjadi seorang pria eksentrik dan narsistik. Dia tokoh favorit di sini... Mad Hatter lewat deh. Celetukan-celetukan Waktu sukses bikin ketawa ngakak, meskipun kalau direnungkan, itu bukan sekadar omong kosong, banyak nasehat yang bisa kita ambil. Salah satunya adalah ini:

Kamu tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kamu bisa belajar dari masa lalu.

Hmmm... saya rasa sebaiknya saya tidak membeberkan ceritanya terlalu banyak, nanti kalian nontonnya jadi tidak seru. Walaupun yaaaahhhh... jalan ceritanya mudah ditebak sih. Saya tidak mau mengkritisi, karena saya menonton hanya untuk bersenang-senang.

Akting Standar

Sebenarnya sedih sih, melihat Johnny Depp, Anne Hathaway, dan Mia Wasikowska aktingnya biasa-biasa saja di film ini. They can actually do so much more. Mungkin memang film Alice tidak menuntut hal itu, karena yang saya amati, film ini lebih menjual special effects daripada akting para pemainnya. Saya sarankan untuk tidak berharap banyak agar tidak kecewa *w*

zap2it.com

Keluarga 

Alice Through The Looking Glass adalah salah satu dari sekian banyak kisah yang menekankan pentingnya keluarga. Saya memang meyakini hal ini, jadi bagaikan diingatkan kembali saja. Yang dibahas di sini bukan hanya hubungan antara Mad Hatter dan keluarganya, tapi juga hubungan persaudaraan antara White Queen dan Red Queen. Pertengkaran antar saudara kandung memang wajar terjadi, tapi hal itu akan jadi menyebalkan jika dampaknya membuat banyak orang menderita.

ohmy.disney.com

Akhir kata, walaupun Alice's Adventures in Wonderland dan Through The Looking Glass adalah film-film yang menghibur, saya tidak mengharapkan ada film lanjutannya. Saya malah berharap kisah Alice yang diadaptasi menjadi game Alice McGee dan Alice Madness Returns-lah yang diangkat ke layar lebar. Banyak aspek Wonderland yang bisa dieksplorasi, menurut saya... dan berbagai adaptasi kisah klasik karya Lewis Carroll ini masih akan menarik minat saya hingga entah kapan.

alice.wikia.com
www.abramsandchronicle.co.uk
Ini trilogi yang saat ini sedang saya baca...

sffbookreview.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar