Rabu, 06 Agustus 2014

Unforgiven - Sebesar Apa Dosamu?

Akhir-akhir ini saya kurang berselera membaca buku. Menclak sana menclok sini mencari buku yang bisa membangkitkan kembali selera baca saya. Biasanya obat yang paling manjur adalah novel-novel horor yang ringan, karena itu genre favorit saya. Untunglah saya menemukan novel Unforgiven karya Eve Shi, yang ternyata cukup menyenangkan untuk dibaca.
Begitu melihat desain cover-nya, saya langsung jatuh hati. Ternyata ini buku ketiga Eve Shi setelah Aku Tahu Kamu Hantu dan Lost. Saya sudah baca yang pertama, tapi Lost tidak menarik minat saya karena penampakan sampulnya terlalu cheesy. (Jadi, Lost itu tentang apa sih? Coba yang sudah baca bagi ulasannya dong ^^)
Unforgiven bercerita tentang sepasang sahabat, Kaylin dan Rico, yang diganggu makhluk halus semenjak mereka kedatangan tetangga baru yang misterius. Tetangga baru mereka ini tinggal di rumah yang sudah lama kosong dan digosipkan berhantu. Rumah itu disebut rumah hijau. 

Sebenarnya, ada apa sih di rumah hijau? Kaylin dan Rico pun melakukan investigasi. Rahasia masa lalu terkuak, tentang sebuah dosa... dosa tak termaafkan. Dan mereka yang harus menanggung akibatnya.
 
Kalau harus memilih antara Kaylin dan Rico, saya pilih Kaylin. Bukan karena sama-sama perempuan, tapi karena karakter Kaylin terkesan lebih kuat daripada Rico. Dia lebih asertif, sementara Rico lebih berhati-hati. Mungkin sikap Kaylin yang seperti itu akan mencemplungkannya ke dalam berbagai masalah, tapi dia juga tipe orang yang bersedia melakukan apa pun untuk menyelesaikan masalah. Yang paling penting, Kaylin terlihat sekali sangat peduli pada keluarganya.

Sama seperti saat membaca Aku Tahu Kamu Hantu, tokoh-tokoh utama yang masih remaja (anak SMA) membuat saya merindukan kembali masa-masa sekolah. Masa-masa nongkrong sepulang sekolah sambil berbagi cerita hantu di bawah pohon karet yang lebih mirip beringin, masa-masa menginap di sekolah dan ikut jurit malam. Sama seperti Kaylin, dulu saya juga ikut klub drama di SMA.

Kembali ke Unforgiven, di awal sudah saya sebutkan bahwa saya suka desain cover-nya. Tidak hanya itu, saya juga suka layout-nya: kelam, tapi tidak mengurangi keterbacaan teks.
Saya juga suka kreatifitas penulis dalam mengelompokkan bab-bab di novel ini ke dalam 4 bagian: lurk, intrude, counter, dan settle. Masing-masing nama bagian ini sangat sesuai dengan apa yang terjadi di dalam cerita, dan juga memberi saya gambaran seperti apa endingnya (ya, saya sudah dapat menebak akhir ceritanya, jadi tidak terkejut sama sekali).
Satu hal yang menjadi kesalahan fatal dalam novel ini adalah: halaman 105 yang berulang di halaman 106. Mungkin ini salah cetak, dan redaksi sama sekali tak bersalah, tapi ya... tetap saja mengesalkan. Untungnya, sang penulis sangat koperatif dan dia memberikan tautan teks halaman 106 yang benar. Saya pun menyalinnya di selembar kertas dan saya tempelkan di novelnya. Hahaha. Ngga oke banget.
Sayangnya, pembatas buku novel ini tidak seimut pembatas buku Aku Tahu Kamu Hantu. Saya tambahkan pita hijau di pembatasnya, tapi lupa saya foto.

Semoga Eve Shi terus berkarya dan ke depannya menghasilkan novel-novel yang lebih oke lagi.

P.S.

Ternyata blog ini sudah dikunjungi lebih dari lima ribu kali.... hore! :D Terima kasih sudah berkunjung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar