Selasa, 10 September 2013

Seven Days - Perjalanan Untuk Menemukan Cinta

Seven Days karya Rhein Fathia adalah pemenang pertama lomba penulisan novel romance dari Penerbit Qanita.

Sinopsis

Nilam dan Shen bersahabat karib sejak mereka kecil. Tak heran, karena usia mereka sepantaran, kedua ayah mereka pun bersahabat, dan mereka punya minat yang sama akan seni dan astronomi.

Saat usia mereka mencapai seperempat abad, Shen mengajak Nilam untuk jalan-jalan ke Bali. Katanya ini jalan-jalan terakhir bagi mereka berdua sebelum Nilam menerima lamaran menikah dari pacarnya, Reza. Jadilah Nilam dan Shen pelesir di Bali selama 7 hari. Apa saja yang terjadi selama mereka di sana dan bagaimana dampaknya terhadap hubungan mereka berdua? Yang pasti, Nilam harus mengambil keputusan besar dalam hidupnya dan dia tidak boleh salah langkah.

Plot

Ini kisah cinta yang endingnya dapat dengan mudah saya tebak (ya, tentu saja happy ending). Mungkin tujuan dari cerita ini bukan memberi pembaca kejutan di akhir, tapi untuk membawa pembaca menikmati proses menuju akhir itu sendiri. Yah, karena pada dasarnya saya bukan pencinta hal-hal yang romantis, saya kurang bisa menikmati perjalanan 7 hari Nilam dan Shen. Saya juga kurang bisa merasakan chemistry di antara keduanya. Beberapa adegan terkesan klise, misalnya ketika mereka mendadak harus menginap di kamar yang sama bukannya terpisah. Adegan-adegan romantis tidak membuat jantung saya berdebar-debar, dan konflik yang disajikan juga tidak membuat saya geram. Intinya, bagi saya buku ini datar, tidak mengguncang emosi.

Tokoh-tokoh

Saya suka karakter Shen yang rapi dan terorganisir, tapi tidak terlalu terlihat memaksakan kehendaknya. Sebaliknya, saya tidak suka karakter Nilam yang takut pada anjing, monyet, dan lain-lain. Dia sepertinya orang yang paranoid. Sementara itu, Reza ... well, Reza adalah seseorang yang too good to be true karena dia begitu sabar, pemaaf, dan pengertian, dan itu, anehnya, membuat dia membosankan.

Desain sampul dan layout

Desain sampulnya bagus dan pilihan warnanya juga oke, walaupun kurang mencerminkan nuansa traveling. Layout-nya cantik dan cukup mencerminkan Bali, walaupun agak tidak nyambung sama desain sampulnya.

Saya suka dengan konstruksi bab di buku ini; diawali dengan Prelude, dilanjutkan dengan Day 1 sampai Day 7, kemudian ditutup dengan Heal The Heart dan Epilog. Blurb-nya juga oke; singkat tapi pas mencerminkan petualangan (termasuk petualangan perasaan ya) tujuh hari Nilam dan Shen.

Rekomendasi

Saya sarankan untuk membaca buku ini sambil makan jeruk (karena warnanya sama dengan sampulnya, oranye ... hehe). Dan anggap saja cinta itu seperti jeruk; ada yang manis dan ada juga yang kecut. Perlu perjuangan untuk bisa menikmatinya, seperti makan jeruk yang harus mengupas kulitnya dulu dan membuang biji-bijinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar