Kamis, 26 Maret 2015

The Maze Runner - Teka-Teki Besar yang Mematikan

Akhir pekan lalu, tepatnya pada Sabtu malam, saya menyempatkan diri menonton dua film di laptop: The Maze Runner dan If I Stay. Sudah cukup lama saya mendapatkan berkas kedua film ini dari Mr. IS, tapi nontonnya terpotong-potong terus. Kali ini akhirnya saya berhasil menuntaskannya.


The Maze Runner diadaptasi dari novel berjudul sama karya James Dashner. Novel ini merupakan trilogi; buku kedua berjudul The Scorch Trial, dan buku ketiga The Death Cure. Trilogi ini sangat terkenal, mendapat banyak tanggapan positif, dan tentunya punya banyak penggemar. Saya sendiri sudah lama tahu tentang novel trilogi The Maze Runner, tapi saya belum tertarik untuk membacanya, karena pada awalnya tidak suka dengan desain sampulnya. Setelah filmnya rilis, penerbit pun menerbitkan ulang ketiga novel dengan desain sampul baru yang keren. Nah, yang ini baru membuat saya tertarik.

The Maze Runner


Seorang pemuda terbangun di sebuah elevator yang bergerak ke atas. Dia tidak tahu siapa dirinya dan bagaimana dia bisa berada di sana. Pemuda yang kemudian diketahui bernama Thomas itu tiba di sebuah tempat bernama Glade. Di sana terdapat puluhan remaja lelaki yang bertahan hidup dengan berswasembada. Mereka terpenjara di dalam Glade, sepetak lahan berbentuk bujur sangkar, yang dikelilingi oleh tembok sangat tinggi. Di balik tembok itu terdapat labirin raksasa yang setiap hari berubah-ubah bentuk. Tidak hanya itu, labirin itu juga dihuni oleh makhluk-makhluk mengerikan yang disebut griever.

Kelompok remaja di Glade diketuai oleh Alby, pemuda yang pertama kali datang ke Glade tiga tahun lalu. Sejak itu, setiap bulan datang remaja baru. Di Glade, setiap orang memiliki peran masing-masing; ada yang bertugas sebagai penjagal, tim medis, pandai besi, dan ada juga pelari. Para pelari (runner) bertugas menjelajahi labirin untuk memetakannya, sekaligus mencari jalan keluar. Mereka berangkat subuh-subuh saat pintu masuk labirin terbuka, dan harus kembali pada petang hari sebelum pintu labirin menutup.

Setelah Thomas datang, rutinitas di Glade terganggu... Pertama-tama, Ben disengat oleh griever pada siang hari (padahal biasanya griever hanya berkeliaran pada malam hari), lalu tiba-tiba dia menyerang Thomas dan menuduhnya macam-macam. Orang yang sudah tersengat griever hanya tinggal menunggu ajal saja, jadi daripada dia menginfeksi yang lain, Ben diusir ke dalam labirin. Kemungkinan besar dia akan dihabisi oleh griever.
Kemudian, lift menghantarkan seorang gadis yang menggenggam secarik kertas bertuliskan she's the last one ever. Gadis yang bernama Teresa ini sepertinya mengenal Thomas, walaupun dia tidak ingat di mana. Sementara itu, Minho (seorang runner) dan Alby masuk ke dalam labirin untuk mencari jejak Ben. Menjelang petang, mereka belum juga kembali, membuat yang lain menjadi cemas dan berkumpul di ambang pintu labirin. Tepat ketika pintu labirin mulai menutup, Minho datang tertatih-tatih sambil memapah Alby. Ternyata Alby disengat griever dan tak sadarkan diri. Di sini Thomas melakukan hal gila dengan berlari masuk ke dalam labirin, berniat membantu Minho, tapi ujung-ujungnya mereka malah terjebak di dalam.
Selama ini tak pernah ada yang bertahan melewatkan satu malam di dalam labirin. Tapi Thomas bukan saja bisa bertahan, dengan kelincahannya dia juga berhasil membunuh satu griever. Apakah ini sesuatu yang baik atau buruk? Yang pasti, aksi Thomas ini membuatnya dijadikan salah satu runner. Dia dan Minho kembali ke dalam labirin dan membuat terobosan dalam mencari jalan keluar.
Menurut Gally (salah satu runner juga), Thomas itu bawa sial, dan sebaiknya dia diumpankan saja ke griever. Selain griever, bisa dibilang Gally ini tokoh antagonis juga.
Lalu bagaimana selanjutnya? Apakah mereka berhasil menemukan jalan keluar dari labirin? Tonton saja ya, atau baca bukunya.

Tokoh favorit

Bukan Thomas, bukan Minho, dan yang pasti bukan Teresa. Melainkan... Newt! Dia bisa dibilang wakil ketua di Glade. Saya suka gayanya yang terkesan cuek tapi sebenarnya dia bertanggung jawab dan bisa mengambil keputusan di bawah tekanan. Selain itu, penampakannya imut-imut sekali XD Mengutip istilah Miss AD, Newt itu "uyel-uyelable" :)) Tapi eh tapi, saya tidak mau terlalu menyukainya, supaya saya tidak sakit hati kalau ternyata nanti dia tewas.

Labirin

Bukankah setiap labirin adalah teka-teki besar, dan sudah seharusnya kita berusaha memecahkan atau mencari jalan keluarnya? Dalam The Maze Runner, labirin yang mengelilingi Glade tidak hanya berskala raksasa, melainkan juga mematikan, karena dihuni oleh beberapa griever. Yang membuat saya bertanya-tanya, walaupun ya, griever itu mematikan, mengapa para penghuni Glade selama tiga tahun itu tidak pernah sekali pun berpikir untuk mencari cara membasminya? Mereka hanya fokus mencari jalan keluar dari labirin. 

Lalu, setelah keluar dari labirin, apa berikutnya? Yah, kita tunggu saja nanti di The Scorch Trial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar